Katalog Product Sabun Natural

Gambar dibawah ini sengaja kami pasang tanpa label, karena kami melayani pembelian menggunakan label anda (Privat label) dengan minimum order tertentu.
Adapun aroma yang dapat kami produksiadalah aroma buah-buahan maupun bunga-bunga.

Untuk keterangan lebih lanjut bisa mengirimkan email ke order@dewatasouvenirs.com

Sabun Motif, Terbuat dari bahan-bahan alami (VCO, Olive Oil, Soya Oil) Ukuran 100gram, Harga Rp. 12.500,- minimum order 50pcs

Sabun Motif, Terbuat dari bahan-bahan alami (VCO, Olive Oil, Soya Oil) Ukuran 100gram, Harga Rp. 12.500,- minimum order 50pcs

Sabun Transparan, Menyegarkan dan Menghaluskan kulit dibuat dari VCO dan Olive Oil. Ukuran 100gram Harga Rp. 12.500,- minimum order 50pcs

Sabun Transparan, Menyegarkan dan Menghaluskan kulit dibuat dari VCO dan Olive Oil. Ukuran 100gram Harga Rp. 12.500,- minimum order 50pcs

Sabun Opak, terbuat dari Olive oil, soya oil. Berat 100gram, Harga Rp. 9.000 Minimum order 100pcs

Sabun Opak, terbuat dari Olive oil, soya oil. Berat 100gram, Harga Rp. 9.000 Minimum order 100pcs

Terbuat dari bahan-bahan alami dan mengandung VCO (virgin coconut oil) sudah dikenal dan diketahui sangat bermanfaat bagi kesehatan kulit, karena memberi kelembaban, kesegaran dan pencerahan kulit serta dengan aroma fresh bunga dan buah yang menyegarkan.

Dengan demikian penggunaan Sabun Natural Bali setelah menggunakan Lulur atau setelah Luluran dan Mandi Lulur, selain membantu perawatan kulit juga menjaga lingkungan karena terbuat dari bahan – bahan alami.

Sabun Pada zaman pertengahan

SANY0025

Sabun Natural

Itali, Spanyol dan Perancis merupakan pusat pembuatan sabun yang paling awal, karena tersedianya bahan baku yang mudah diperoleh berupa minyak zaitun dari pohon zaitun.  Marseilles di Perancis lah yang menjadi pusat pertama disusul Genoa, lalu Venesia.  Meskipun ada beberapa pembuat sabun di Jerman, benda ini jarang sekali digunakan di Eropa Tengah, sehingga sekotak sabun yang dipersembahkan kepada Duchess of Juelich pada tahun 1549 menimbulkan sensasi besar.  Pada tahun 1672 seorang Jerman A. Leo mengirim bingkisan hadiah berisi sabun kepada Lady von Schleinitz, yang didalamnya disertai uraian penjelasan rinci tentang cara memakai benda misterius tersebut.
baner1
Sabun Castile, seluruhnya dibuat dari minyak zaitun, dibuat di Kerajaan Castilia (sekarang bagian dari Spanyol) kira-kira tahun 1616.  Abu alkali yang disebut barilla dari pohon semak  Salsolas,  direbus bersama minyak zaitun sebagai pengganti lemak binatang.  Dengan menambahkan larutan pekat garam kedalamnya, sabunnya akan naik ke permukaan dan diambil, meninggalkan sisa soda api dan pencemar lain di dasar. Ini mungkin merupakan produk sabun keras pertama, yang semakin tua akan makin mengeras, tanpa berubah warna putihnya dan disebut jabon de Castila, yang menjadi sebuah nama generik.

Orang Inggris baru membuat sabun dalam abad ke 12  di Bristol.  Catatan pada Bristol Company of Soapmakers untuk tahun 1562-1642 menunjukkan nama 180 orang yang terlibat dalam bisnis sabun.  Disebutkan pula jenis sabun bernama “Bristol Soap” yang berwarna hitam dan juga “Bristol Grey Soap” yang lebih keras, berwarna abu-abu yang diproduksi masal untuk dikirim ke London tahun 1523 dengan harga satu penny per pound (1/2 kg). Bisnis sabun begitu bagus; pada tahun 1622 Raja James memberikan hak monopoli kepada seorang pembuat sabun dengan membayar imbalan $100,000 setahun.

Di Perancis, selama Raja Louis XIV (1638-1715)  berkuasa, mandi merupakan keanehan, bukan kebiasaan. Diceritakan bahwa Raja Louis menghukum mati dengan pisau guillotin 3 pembuat sabun, karena sabun yang mereka produksi menimbulkan iritasi pada kulit sang Raja yang sensitif.  Di dorong rasa takut dan putus asa, 4 orang pembuat sabun lainnya berembug dan menciptakan cara untuk mencetak dan mematangkan sabun – perlu satu bulan untuk membuat satu batang sabun saja.  Mereka pun berhasil menyelamatkan leher mereka dari pisau guillotin, dan dunia juga memperoleh cara membuat sabun handmade. (sabun tuang, sabun proses dingin, sabun pedesaan, sabun yang telah dimatangkan/cured).

Tulisan yang dikenal sebagai karya ilmuwan Arab, Jabir bin Hayyan berulangkai menyebut sabun sebagai zat pembersih.   Orang Arab membuat sabun dari minyak nabati atau minyak atsiri, misalnya minyak thymus.  Soda api (Al-Soda Al-Kawia) NaOH pun dipakai untuk pertama kalinya dan rumusnya tidak pernah berubah seperti sabun yang sekarang beredar di pasaran.  Sejak awal abad ke 7 sabun diproduksi di Nablus (Palestina), Kufa (Irak) dan Basara (Irak).  Sabun Arab diberi pewangi dan pewarna, ada yang padat keras, ada yang cair.  Mereka juga mempunyai sabun khusus untuk bercukur. Sabun diperdagangkan seharga 3 Dirhams (0,3 Dinar) per batang di tahun 981 M.

Pembuatan sabun di koloni Amerika pada awal abad ke 17 diawali dengan datangnya para pembuat sabun di atas kapal kedua dari Inggris yang berlabuh di Jamestown, Virginia.  Selama bertahun-tahun pembuatan sabun merupakan kegiatan rumahtangga belaka.  Lalu para pembuat sabun profesional mulai menampung sisa lemak rumahtangga yang mereka tukar dengan sabun.

Nicolas Leblanc seorang ahli kimia Perancis menemukan cara pembuatan soda api dari garam, yang lebih mudah dan cepat dan murah yang disebut proses Leblanc pada tahun 1852.  Namun cara ini menjadi usang dengan diketemukannya proses Solvay atau proses amonia oleh orang Belgia bernama Ernest Solvay, yang juga menggunakan garam dapur.  Proses Solvay mengurangi biaya pembuatan alkali serta meningkatkan volume dan mutu hasil soda yang dapat dipakai para pembuat sabun.

Berbagai penemuan ilmiah ini, disertai dengan diketemukannya tenaga listrik untuk mengoperasikan pabrik, membuat industri sabun sebagai industri paling pesat di tahun 1850an.  Kemudahan memperoleh sabun juga mengubahnya dari barang mewah menjadi barang keperluan sehari-hari.  Dengan meluasnya penggunaan sabun dikembangkan pula sabun yang lebih lunak untuk mandi dan juga sabun untuk mesin pencuci yang dapat diperoleh konsumen pada pergantian abad itu.

Dalam abad ke 19, sabun dikenai pajak tinggi sebagai barang mewah di beberapa negara. Ketika pajak yang tinggi dihilangkan, sabun pun menjadi terjangkau oleh rakyat biasa, dan standar kebersihan pun meningkat.  Inggris dan Perancis menghilangkan pajak sabun pada tahun 1852 sehingga sabun menjadi komoditas rumahtangga untuk kebersihan diri dan dan mencuci.

Kimiawi pembuatan sabun pada dasarnya tetap tak berubah sampai tahun 1916 ketika deterjen sintetik yang pertama dibuat di Jerman sebagai imbas akibat Perang Dunia 1 di mana lemak sulit diperoleh untuk membuat sabun.  Deterjen adalah zat pembersih bukan-sabun yang dibuat secara sintetis dari berbagai bahan.  Penemuan deterjen juga didorong oleh kebutuhan akan suatu zat pembersih yang, tidak seperti sabun, tidak akan bersenyawa dengan garam mineral di dalam air dan membentuk substansi yang tidak larut dalam air.

spa-1

Shower Gel VS Soap Bar??

soap-2

Lebih suka mana, mandi pakai sabun cair, atau sabun batangan? Cara apapun yang Anda pilih, sekarang urusan mandi sudah masuk ke gaya hidup. Jadikan acara mandi Anda menjadi ajang relaksasi yang menyenangkan.

TIPS:

  1. Pilihlah jenis sabun sesuai kebutuhan, jenis kulit, dan aroma yang sesuai selera.
  2. Jika jenis kulit sangat kering, lebih baik memilih shower gel yang mengandung moisturizer atau bersifat oily agar kulit lebih lembap setelah mandi.
  3. Jangan biarkan orang lain memakai soap bar (sabun batangan) Anda, untuk mencegah penyebaran penularan penyakit kulit tertentu.
  4. Keringkan tempat sabun dan soap bar setiap sehabis mandi, agar tidak menjadi lembek dan cepat mencair.
  5. Shower gel lebih praktis dan fleksibel dibawa bepergian, serta aman dimasukkan ke dalam tas bepergian, di bandingkan dengan soap bar.

spa-1

Aneka Pembersih Sabun, Krim, atau Foam?

spa-1Kulit wajah yang bersih, sehat, dan bercahaya adalah idaman setiap wanita. Oleh sebab itu, seyogianya membersihkan kulit wajah dijadikan suatu ritual yang dilakukan paling tidak 2 kali sehari. Untuk itu, ada beberapa pilihan pembersih yang dapat disesuaikan dengan jenis kulit dan kenyamanan Anda dalam penggunaannya.

Cleansing Bars
Kulit wajah lebih lembut dari sebagian besar kulit tubuh. Jadi, berhati-hatilah dalam memilih isi sabun. Jangan sampai terlalu keras dan tidak cukup ramah pada kulit wajah. Tapi untuk Anda yang menyukai kesegaran “cuci muka” dengan sabun dan air, pilih sabun yang mengandung pelembap/moisturizer. Sabun transparan juga dapat digunakan karena tidak mengandung deterjen.

Cream Cleansers/Krim Pembersih
Jenis krim pembersih ini selainmembersihkan kulit wajah, sekaligus berfungsi melembapkan. Sebaiknya pilih produk sesuai dengan jenis kulit Anda. Agar hasilnya maksimal, gunakan krim pembersih dengan tangan yang bersih, diamkan sebentar agar meresap, kemudian bersihkan dengan kapas atau tisu.

Foaming Cleansers
Untuk jenis kulit yang membutuhkan pembersihan lebih mendalam, foam/busa pembersih dapat dijadikan pilihan. Gunakan busa pembersih secukupnya pada wajah yang sudah dibasahi sebelumnya, lalu bilas dengan air.

Facial Scrub
Ini termasuk sejenis pembersih kulit wajah yang berpasir dan dapat mengangkat sel mati pada kulit wajah sehingga kulit muka tidak lagi tampak kusam tapi menjadi lebih bercahaya.

Dari sekian banyak pilihan pembersih, seyogianya disesuaikan dengan jenis kulit karena pilihan yang pas dengan kulit, dapat menghindarkan timbulnya jerawat, komedo, ataupun blackheads.

soap-2

Sabun Antibakteri Belum Tentu Efektif

soap-2Penggunaan sabun antibakteri yang berlebihan bisa membuat bakteri lebih kebal.

Belakangan ini, produk perawatan kebersihan dan kecantikan banyak menawarkan formula antibakteri. Misalnya untuk sabun mandi ataupun sabun wajah.

Hampir setiap produk sabun telah mencantumkan label antibakteri pada kemasannnya. Apakah itu artinya hidup kita sekarang lebih higienis dari kuman penyakit? Apakah itu berarti kita bisa hidup lebih sehat? Para ahli kesehatan menyatakan belum tentu.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sabun antibakteri sebetulnya tak terlalu perlu. Sabun biasa pun sebetulnya sudah cukup efektif mengusir kuman dan bakteri di kulit asalkan teknik pemakaiannya benar dan dibasuh dengan air hangat.

Mengapa sabun antibakteri kurang efektif? Ternyata hal itu disebabkan oleh teknik pemakaian sabun yang salah. Komponen antibakteri pada sabun, misalnya triclosan, biasanya membutuhkan beberapa waktu untuk bisa bekerja membunuh bakteri.

Tapi kebanyakan dari kita kurang memahami prosedur ini. Setelah mengusapkan sabun ke seluruh permukaan kulit tangan atau tubuh, kita buru-buru membilasnya dengan air. Padahal formula antibakterinya belum sempat bekerja.

Solusinya, jangan terburu-buru membilas kulit usai mengoleskan sabun. Anda harus membiarkan komponen sabun antibakteri menyelesaikan tugasnya, baru dibilas. Supaya formulanya bekerja lebih baik, Anda perlu mengoleskan sabun sambil menggosok-gosoknya dengan lembut.

Penyebab lainnya adalah kemampuan bakteri untuk meningkatkan kekebalan dirinya terhadap formula antibakteri. Menurut ahli kesehatan, penggunaan sabun secara rutin ternyata bisa meningkatkan resistensi bakteri terhadap formula antibakteri itu.

Untuk mengatasinya, Anda harus mengganti sabun yang kadar antibakterinya lebih tinggi.

Tapi penggunaan sabun antibakteri juga bisa menyebabkan kemungkinan penurunan sistem kekebalan tubuh kita. Beberapa jenis bakteri tertentu yang hidup dalam tubuh manusia berguna untuk kesehatan. Kita menyebutnya bakteri baik.

Pada kondisi normal, bakteri baik tersebut membantu sistem kerja organ tubuh untuk mencegah masuknya bakteri jahat. Tapi penggunaan sabun yang terlalu berlebihan justru ikut mematikan bakteri baik yang menjadi tameng untuk kesehatan kita. (Sumber)

spa-1

Beralihlah ke sabun natural?

soap-2

Sabun natural, yaitu sabun yang mengandung bahan-bahan tambahan yang berasal dari bahan-bahan alam, misalnya kulit kayu, buah, bunga; untuk penyusun, pengawet, pewarna maupun aromanya.

Barbara Bobo, seorang medicinal herbalist (ahli tanaman obat) asal Inggris yang juga pemilik Woodspirits Ltd.lnc. (produsen produk alami perawatan tubuh) mengatakan bahwa formula sabun mandi adalah ekspresi ketekunan, rasa humor, serta kasih sayang. Setiap jenis sabun yang dijual Barbara ada’storinya’ berupa rangkaian cerita penemuan resep, kandungan bahan, khasiat dan sebagainya. Misalnya dalam sabun berjudul Azteca, Barbara menjelaskan dengan rinci bahan penyusun, yaitu tanah liat Prancis dan Spirulina (sejenis ganggang, tanaman air), sedangkan dalam Portugguese Breakfast yang berwarna marmer putih dari susu dan terakota disusun Barbara dari ekstrak murni minyak almond, cinnamon (kayu manis), petit grain, dan buah citrus. Sabun memang sebuah usaha yang memerlukan ketekunan, kesabaran, bahkan seni dan pengetahuan.

spa-1

Resep Sabun Warisan Peradaban Islam

spa-1

Minyak zaitun dan al-Qali merupakan bahan utama pembuatan sabun. Bahan lain yang kerap digunakan untuk membuat sabun adalah natrun. Lalu, bagai mana proses pembuatan sabun dilakukan di dunia Islam pada abad ke-13 M? Berikut ini resep pembuatan sabun yang ditulis Daud Al- Antaki seperti dikutip Ahmad Y Al-Hassan dan Donald R Hill dalam bukunya bertajuk, Islamic Technology: An Illustrated History:

Inilah cara membuat sabun yang diwaris kan peradaban Islam: Ambil satu bagian al-Qali dan setengah bagian kapur. Giling dengan baik, kemudian tempatkan dalam sebuah tangki. Tuangkan air sebanyak lima bagian dan aduk selama dua jam. Tangki dilengkapi lubang bersumbat. Setelah

sabun2

pengadukan berhenti dan cairan menjadi jernih, lubang ini dibuka. Jika air sudah habis, sumbat kembali lubang tersebut, tuangkan air dan aduk, kosong kan dan seterusnya sampai tak ada lagi air yang tersisa.

Faksi air di setiap periode dipisahkan. Lalu, minyak yang sudah murni diambil sebanyak 10 kali jumlah air yang pertama tadi, lalu letakkan di atas api. Jika sudah mendidih, tambahkan air faksi terakhir sedikit demi sedikit. Kemudian tambah dengan air faksi nomor dua terakhir, sampai air faksi pertama. Dari proses itu, akan diperoleh campuran seperti adonan kue. Adonan ini disendok (dan disebarkan) di atas semacam tikar hingga kering sebagian. Kemudian, tempatkan dalam nura (kapur mati). Inilah hasil akhir dan tidak diperlukan lagi pendinginan atau pencucian dengan air dingin selama proses.

Ada kalanya ditambahkan garam ke dalam al-Qali dan kapur sebanyak setengah kali jumlah kapur. Selain itu, juga ditambahkan amilum tepat sebelum proses selesai. Minyak di sini dapat diganti dengan minyak lain dan lemak seperti minyak carthamus. Itulah salah satu resep pembuatan sabun yang berkembang di dunia Islam. Sejatinya, masih banyak risalah lain yang mengungkapkan formula pembuatan sabun. Salah satunya adalah buah pikir Al-Razi.

soap-2

Penemuan Sabun di Dunia Islam

CIMG2401Salah satu penemuan penting yang dicapai umat Is lam di era keemasan adalah sabun. Sejak abad ke- 7 M, umat Muslim te lah mengembangkan sebuah gaya hidup higienis yang mu takhir. Menurut Ahmad Y Al-Hassan dalam bukunya berjudul, Tech nology Transfer in the Chemical Industries, kota-kota Islam seperti Nablus (Palestina), Kufah (Irak), dan Basrah (Irak) telah menjadi sentra industri sabun.‘’Sabun yang kita kenal hari ini adalah warisan dari peradaban Islam,’’ papar Al-Hassan. Menurut Al-Hassan, sabun yang terbuat dari minyak sayuran, seperti minyak zaitun serta minyak aroma, pertama kali diproduksi para kimiawan Muslim di era kekhalifahan. Salah seorang sarjana Muslim yang telah mampu menciptakan formula sabun adalah Al-Razikimiawan legendaris dari Persia.

‘’Hingga kini, formula untuk membuat sabun tak pernah berubah,’’ cetus Al-Hassan. Sabun yang dibuat umat Muslim di zaman kejayaan sudah menggunakan pewarna dan pewangi. Selain itu, ada sabun cair dan ada pula sabun batangan. Bahkan, pada masa itu sudah tercipta sabun khusus untuk mencukur kumis dan janggut. Harga sabun pada 981 M berkisar tiga Dirham (koin perak) atau setara 0,3 Dinar (koin emas). Resep pembuatan sabun di dunia Islam juga telah ditulis seorang dokter terkemuka dari Andalusia Spanyol Islam bernama Abu Al-Qa sim Al-Zahrawi alias Abulcassis (936-1013 M).

sabunAhli kosmetik ini me maparkan tata cara membuat sabun dalam kitabnya yang monumental bertajuk,Al-Tasreef. Al-Tasreef merupakan ensiklopedia kedokteran yang terdiri atas 30 volume. Kitab itu telah diterje mahkan ke dalam bahasa Latin dan digunakan sebagai buku referensi utama di sejumlah universitas Eropa terkemuka. Sang dokter me maparkan resep-resep pembuatan beragam alat kosmetik pada volu me ke-19 dalam kitab Al-Tasreef. Selain itu, resep pembuatan sabun yang lengkap tercatat dalam sebuah risalah bertarikh abad 13 M. Manuskrip itu memaparkan se cara jelas dan detail tata cara pembuatan sabun. Fakta ini menunjukkan betapa dunia Islam telah jauh lebih maju dibandingkan peradaban Barat. Masyarakat Barat, khususnya Eropa, diperkirakan baru mengenal pembuatan sabun pada abad ke-16 M.

Namun, Sherwood Tay lor (1957) dalam bukunya berjudul, A History of Industrial Chemistry, menyatakan, peradaban Barat baru menguasai pembuatan sabun pada abad ke-18 M. Sejatinya, menurut RJ Forbes (1965) dalam bukunya bertajuk, Studies in Ancient Techno logy, campuran yang mengandung sabun telah digunakan di Mesopotamia.

‘’Mereka belum mengenal sabun, tapi beberapa deterjen telah digunakan,’’ ungkap Forbes. Menurut dia, dunia klasik belum memiliki deterjen yang lebih baik. Penemuan sabun yang tergolong modern memang baru diciptakan pada masa kejayaan Islam. Sejarah pembuatan sabun di dunia Islam dicatat secara baik oleh Raja Al- Muzaffar Yusuf ibn `Umar ibn `Ali ibn Rasul ( wafat 1294 M). Dia adalah seorang Raja Yaman yang berasal dari Dinasti Bani Rasul yang kedua.

soap-2

Raja Al-Mu zaffar merupakan seorang penguasa yang senang mempelajari karyakarya ilmuwan Muslim dalam bidang kedokteran, farmakologi, pertanian, dan teknologi. Raja Al-Muzaffar juga sangat mencintai ilmu pengetahuan. Pada masa kekuasaannya di abad ke-13 M, ia mendukung dan melindungi para ilmuwan dan seniman untuk be kreasi dan berinovasi. Dalam risalahnya, sang raja mengisahkan bahwa Suriah sangat dikenal sebagai penghasil sabun keras yang biasa digunakan untuk keperluan di toilet.

N Elisseeff dalam artikelnya berjudul, Qasr al- Hayr al-Sharqi, yang dimuat dalam Ensiklopedia Islam volume IV menyatakan, para arkeolog menemukan bukti pembuatan sabun dari abad ke-8 M. Saat itu, kekhalifahan Islam sedang menjadi salah satu penguasa dunia. Geografer Muslim kela hiran Yerusalem, Al-Maq disi, dalam risalahnya berjudul, Ahsan al-Taqasim fi ma`rifat al-aqalim, juga telah mengungkapkan kemajuan industri sabun di dunia Islam. Menurut Al-Maqdisi, pada abad ke-10, Kota Nablus (Palestina) sangat masyhur sebagai sentra industri sabun. Sabun buatan Nablus telah diekspor ke berbagai kota Islam.

Menurut Al-Maqdisi, sabun juga telah dibuat di kota-kota lain di kawasan Mediterania, termasuk di Spanyol Islam. Andalusia dikenal sebagai penghasil sabun berbahan minyak zaitun. M Shatzmiller dalam tulisannya bertajuk, al-Mu wahhidun, yang tertulis dalam Ensiklopedia Islam terbitan Brill Lei den, juga mengungkapkan betapa pesatnya perkembangan industri sabun di dunia Islam. ‘’Pada 1200 M, di Kota Fez (Maroko) saja terdapat 27 pabrik sabun,’’ papar Shatzmiller.

Sherwood Taylor, dalam Medieval Trade in the Mediterranean World menyebutkan, pada abad ke- 13 M, sabun batangan buatan kotakota Islam di kawasan Mediterania telah diekspor ke Eropa. Pengirim an sabun dari dunia Islam ke Eropa, papar Taylor, melewati Alps ke Eropa utara lewat Italia. Selain sabun, dunia Islam pun telah menggenggam teknologi pembuatan beragam alat kosmetik. Salah satunya adalah parfum. Umat Islam di zaman kekhalifahan juga telah mengembangkan tekno logi pembuatan parfum hingga men jadi sebuah industri yang sangat besar.

Para sejarawan meyakini bahwa fondasi industri minyak wangi yang berkembang pesat di dunia Islam dibangun oleh dua ahli kimia termasyhur, yakni Jabir Ibnu Hay yan (721-815 M) serta Al-Kindi (805-873 M). Kimiawan Muslim da ri abad ke-12, Al-Isybili, mengung kapkan, pada masa kejayaan Islam terdapat tak kurang dari sembilan buku teknis dan pedoman bagi pengelola industri parfum. Meski begitu, kitab tentang peng olahan minyak wangi atau par fum yang masih tersisa hanyalah Kitab Kimiya’ al-’Itr (Book of the Chemistry of Perfume and Dis tillations) karya Al-Kindi.

Jauh sebelum Al-Kindi, pengem bangan industri parfum di dunia Islam juga sempat dilakukan ‘Bapak Kimia Modern’ Jabir Ibnu Hayyan. Ia mengembangkan beberapa teknik, termasuk penyulingan (distilasi), penguapan (evaporation), dan penyaringan (filtrasi). Ketiga teknik itu mampu mengambil aroma wewangian dari tumbuhan dan bunga dalam bentuk air atau minyak.

Teknik dan metode dasar yang diletakkan oleh Jabir itu dikembangkan Al-Kindi. Ia melakukan riset dan eksperimen dengan lebih cermat. Al-Kindi mencoba mengombinasikan beragam tanaman dan bahan-bahan lain untuk memproduksi beragam jenis parfum dan minyak wangi. Ilmuwan Muslim asal Kufah, Irak, itu pun berhasil menemukan tak kurang dari 107 metode dan resep untuk membuat parfum serta peralatan pembuatannya. Begitulah, dunia Islam di era keemasan telah mampu mengembangkan industri sabun dan juga parfum.(sumber)

soap-2

Sejarah Sabun : Dari Zaman pra-sejarah hingga abad pertengahan

Dari Zaman pra-sejarah hingga abad pertengahan

thebathKalau kita mendengar kata “sabun” dalam benak kita terbayang benda padat yang biasanya berbentuk batangan atau bentuk lain, atau cairan agak kental, atau bisa juga pasta atau krim, yang bila dicampur air dan digosok-gosok akan menghasilkan busa yang mampu membersihkan benda atau tubuh kita dari kotoran yang menempel. Benda ini dalam berbagai bahasa asing disebut sebagai “zeep” (Belanda) ”soap” (Inggris), “savon” (Perancis), “sapone” (Itali), “sabuni” (Swahili), ”sabun” (Turki), “jabón” (Spanyol),   “Seife” (Jerman) dan lain sebagainya – untuk bahasa lain bisa dilihat di tabel terpisah di blog ini.

Asal mula kebersihan pribadi dimulai dari sejak zaman pra-sejarah. Karena air mutlak perlu untuk kehidupan, manusia sejak dahulu kala bermukim dekat dengan air dan tahu tentang daya bersihnya – paling tidak, bahwa air bisa menghilangkan lumpur dari tangan mereka. Bahan mirip sabun yang ditemukan dalam bejana gerabah selama penggalian di situs Babylon kuno menunjukkan bahwa pembuatan sabun telah dikenal sejak 2800 SM. Ukiran pada bejana tersebut mengatakan bahwa lemak direbus bersama abu, yang merupakan metode pembuatan sabun, tetapi tak ada acuan tentang kegunaan “sabun” itu sendiri. Bahan semacam itu di kemudian hari dipakai sebagai bahan pembantu penata rambut.

Catatan menunjukkan bahwa bangsa Mesir kuno mandi berendam secara teratur. Papyrus Ebers, sebuah dokumen medis dari kira-2 1500 SM, menguraikan pencampuran minyak binatang dan nabati dengan garam alkali untuk membentuk bahan sejenis sabun yang digunakan mengobati penyakit dan juga untuk mencuci

spa-1

Kira-kira pada zaman yang sama, Nabi Musa memberi bangsa Israel hukum yang rinci tentang kebersihan diri.  Beliau juga menghubungkan kebersihan dengan kesehatan dan kesucian menurut agama.  Dalam Kitab Injil disebutkan, bangsa Israel mengetahui bahwa mencampurkan
abu dengan minyak menghasilkan semacam jel untuk rambut.
Sabun di negara barat bermula pada zaman Yunani kuno di pulau Lesbos.  Di tempat itu dilakukan pengorbanan binatang sebagai persembahan pada para Dewi.  Karena sesaji itu sering dikremasi, maka terjadi penumpukan abu dari kayu bakar (awal sumber senyawa alkali/ basa). Abu ini pun tercampur dengan lemak dari binatang yang dipersembahkan. Diceritakan bahwa ada aliran cairan kuning turun dari api pembakaran di kuil di atas bukit.  Para perempuan yang mencuci pakaian di sungai melihat bahwa pakaian mereka menjadi lebih bersih pada waktu air sungai berubah menjadi kekuningan.  Sappho, yang menuliskan puisi tentang zaman ini kemudian namanya diabadikan dengan pemberian istilah saponifikasi – nama reaksi kimia dalam pembuatan sabun.

Namun sumber lain menyatakan bahwa nama atau istilah “sapo” berasal dari387B-advertising-bath-soap “Bukit Sapo” di Italia di zaman Romawi kuno, meskipun ceritanya mirip dengan cerita di atas, yaitu tentang adanya lemak binatang persembahan yang bercampur abu mengalir turun ke tanah liat di tepian sungai Tiber. Para perempuan mendapatkan bahwa cucian mereka menjadi lebih bersih tanpa harus mengeluarkan banyak tenaga. dengan menggunakan tanah liat ini untuk mencuci pakaiannya.  Bangsa Yunani kuno mandi karena alasan estetika tanpa memakai sabun. Tetapi mereka   membersihkan tubuh mereka dengan gumpalan tanah liat, pasir, batu apung dan abu, lalu melumuri badannya dengan minyak dan mengerik lepas minyak dan tanah tersebut dengan alat yang terbuat dari logam yang dinamakan “strigil”. Mereka juga memakai minyak dicampur abu.  Mencuci pakaian dilakukan di sungai tanpa sabun.

Bangsa Jerman dan Gaul kuno juga dikatakan menemukan suatu substansi yang dinamakan sabun, terbuat dari lemak lembu dan abu, yang mereka pakai untuk mencat rambut agar berwarna merah

Sejalan dengan majunya peradaban Romawi, cara mandi pun menjadi lebih maju pula.  Tempat mandi umum  Romawi pertama yang terkenal, yang airnya disalurkan melalui jaringan perpipaan/saluran, dibangun kira-kira pada 312 S.M.  Tempat mandinya mewah dan menjadi sangat populer.  Menjelang abad kedua Masehi, Galen tabib Yunani yang terkenal, menganjurkan sabun untuk pengobatan maupun alat pembersih.

RomanBathMenurut Gaius atau lebih dikenal sebagai Pliny the Elder seorang punjangga dan filosof naturalis di abad 1 M, bangsa Phoenisia membuat sabun dari lemak kambing dan abu kayu pada 600 S.M dan terkadang menggunakannya  sebagai komoditas untuk barter dengan bangsa Gaul.   Kata “sabun” petama kali muncul di bahasa Eropa di dalam buku Pliny the Elder berjudul Historia Naturalis, yang menguraikan tentang pembuatan sabun dari lemak dan abu, namun penggunaan yang disebutkannya hanya sebagai jeli untuk rambut; dalam nada yang tidak setuju disebutkannya

bahwa di antara bangsa Gaul dan Jerman, lebih banyak kaum lelaki yang menggunakannya daripada perempuan.

Sabun dikenal luas di zaman kekaisaran Romawi; apakah bangsa Romawi belajar memakai dan membuatnya dari orang-orang dari Laut Tengah kuno atau dari bangsa Keltik, penduduk wilayah Britannia, tidaklah diketahui pasti.  Bangsa Romawi kuno di abad 1 M menggunakan air seni (urine) untuk membuat substansi seperti sabun.  Urine mengandung ammonium karbonat yang bereaksi dengan minyak dan lemak dari wol menghasilkan saponifikasi parsial.  Orang-orang yang disebut sebagai fullones mondar mandir di jalanan kota mengumpulkan urine untyuk dijual ke para pembuat sabun.

Bangsa Keltik, yang membuat sabun dari lemak binatang dan abu tanaman menamakan hasil produksinya sebagai saipo, yang menjadi asal kata soap.  Peranan penting sabun untuk mencuci dan membersihkan tampaknya belum diketahui sampai abad ke 2 M; Galen, tabib bangsa Yunani menyebutnya  sebagai obat dan alat pembersih tubuh.  Pada zaman dahulu sabun dipakai sebagai obat medis.

Kejatuhan kekaisaran Roma tahun 467 M menurunkan pula kebiasaan mandi rakyatnya, sampai-sampai sebagian besar benua Eropa merasakan akibat dari kejorokan mereka terhadap kesehatan masyarakat.  Lingkungan hidup dan kebersihan diri yang jorok ini mempunyai andil besar pada terjadi wabah besar penyakit pes di Abad Pertengahan, yang disebut sebagai Black Death di abad ke 14. Diperkirakan 30%-50% penduduk Eropa meninggal oleh wabah tersebut. Kebersihan diri dan kebiasaan mandi baru kembali ke sebagian besar Eropa pada abad ke 17.

Namun, masih ada bangsa pada abad pertengahan yang tetap mementingkan Know+your+Bath+Soapkebersihan diri.  Mandi setiap hari sudah umum dilakukan di Jepang pada Abad Pertengahan.  Juga di Eslandia, kolam yang dihangatkan dengan air dari sumber air panas merupakan tempat ngerumpi yang beken setiap Sabtu malam.

Pembuatan sabun menjadi kerajinan yang mapan di Eropa pada abad ke 7.  Berbagai perkumpulan para pembuat sabun menjaga rapat rahasia mereka.  Minyak atau lemak binatang dan nabati digunakan bersama dengan abu tumbuh-tumbuhan, dengan diberi pewangi. Secara bertahap berbagai jenis sabun diciptakan untuk bercukur dan keramas, mandi serta mencuci.

soap-2

Sabun Natural yang begitu Spesial

sabun-aroma-50gramKenapa sabun natural begitu sepesial?

Jika Anda belum pernah mencoba sabun natural, saatnya kini untuk mencobanya dan rasakan bedanya dengan sabun yang banyak di jual di pasaran. Sabun natural kaya akan gliserin alami yang terbentuk dari proses pembuatan sabun itu sendiri,  ditambah dengan minyak kastor dan cocoa butter menjadikan sabun kaya akan emolien yang sangat bagus bagi kulit.

Sedang mandi dengan sabun komersial
, kulit akan terasa kering, hal ini disebabkan gliserin alami yang terbentuk selama proses pembuatan sabun diambil atau diekstrak untuk pembuatan lotion maupun pelembab. Sehingga bagi mereka yang mempunyai kulit sensitif akan merasa tidak nyaman, atau menyebabkan iritasi.

Jadi, apa yang menyebakan sabun natural begitu istimewa?

  1. Sabun natural kaya akan pelembab alami, sehingga sehabis mandi kulit tidak terasa kering.
  2. Tidak mengandung Sodium Lauryl Sulfate (bahan baku pembuat detergent).
  3. Busanya yang lembut, mandi dengan penuh busa tentunya merupakan keasyikan tersendiri, dan kita semua menyukainya. Hal ini disebabkan adanya penambahan minyak kastor yang menyebabkan busa sangat melimpah dan sangat lembut.
  4. Wewangian yang lembut dan tidak menyengat, dalam pembuatan sabun natural, kami tidak memakai pewangi sintetik, sehingga wangi yang dihasilkan bersifat lembut dan ringan.
  5. Bebas dari pemakain berbahan dasar hewan.

Silahkan Coba produk sabun natural buatan kami

soap-2

Related Link

spa-1

Sabun Natural vs Sabun Mandi Biasa

800px-Decorative_SoapsApa sei sebernarnya yang membuat beda antara sabun Natural dengan sabun biasa?Kenapa harganya bisa jauh berbeda?

Definisi Sabun.

Sabun mempunyai beberapa definisi tergantung seberapa besar yang Anda inginkan. Secara teknik, sabun adalah hasil reaksi kimia antara fatty acid dan alkali. Fatty acid adalah lemak yang diperoleh dari lemak hewani atau nabati. Ada beberapa jenis minyak yang dipakai dalam pembuatan sabun, antara lain : Minyak zaitun (olive oil), minyak kelapa (coconut oil), minyak sawit (palm oil), minyak kedelai (soy bean oil) dan lain – lain. Masing – masing mempunyai karakter dan fungsi yang berlainan. Secara sederhana dapat dirumuskan sebagai berikut :

Fatti Acid ( oils) + Base ( Natrium Hydroxide / Lye) = A Salt (soap)

Namun demikian, catatan yang mesti digarisbawahi di sini adalah hasil akhir dari produk sabun Natural tidak mengandung alkali ( lye free)

Bagaimana Pembuatannya?

Hal pertama yang dilakukan adalah menimbang seluruh bahan yang akan digunakan, mulai dari minyak, air, NaOH, pewarna & pewangi. Air dan NaOH dilarutkan terlebih dahulu, sementara minyak dipanaskan sampai mencapai suhu 45 – 50 derajat C. Setelah keduanya mencapai suhu yang hampir sama, maka lye dituangkan ke dalam minyak, diaduk sampai mencapai trace ( yang dimaksud dengan “trace” adalah kondisi di mana larutan sabun mengental akibat pangadukan, bentuknya menyerupai mayones, atau fla). Setelah diberi pewarna dan pewangi, maka sabun siap untuk dituangkan ke dalam cetakan dan didiamkan selama 24 – 48 jam untuk menetralkan alkali. Setelah itu sabun dikeluarkan dari cetakan, dipotong – potong sesuai selera dan didiamkan selama 4 – 6 minggu (curing process), setelah itu sabun siap untuk digunakan. Proses pembuatan sabun ini dinamakan Cold Process Method (CP). Sabun yang dibuat dengan sistem CP ini akan menghasilkan sabun yang lembut dan sangat bagus untuk kulit.

spa-1

Commercial vs Handmade Natural Soap

Sabun yang banyak dijumpai di pasaran meskipun meski disebut sabun, sebenarnya adalah detergent, bahan dasar yang di pakai adalah Sodium Lauryl Sulfate ( SLS), Sodium Laureth Sulfate (SLES) merupakan bahan dasar pembuatan detergent , SLS berfungsi sebagai surfactant ( surface active agent) atau agen pembersih. Karena bersifat pembersih, maka lemak – lemak yang berfungsi untuk melindungi kulit juga ikut larut, sehingga kulit menjadi kering dan berakibat pada iritasi.

Sabun mandi komersial pada umumnya mengandung banyak senyawa kimia seperti kandungan petroleum, synthetic chemical, dan petrochemical (chemicals harmful) yang dapat merusak kulit dan lingkungan.

Produsen sabun mandi komersial mencampur larutan kimia. Ini dilakukan
agar mereka dapat menghasilkan sabun dengan biaya yang serendah mungkin dan dapat menghasilkan sabun sebanyak mungkin dalam waktu yang sesingkat mungkin.

Sedangkan bahan utama sabun natural adalah olive oil, coconut oil, palm oil, soybean oil, castor oil, cocoa butter. Ketika memakai sabun natural maka kotoran dan bakteri akan diangkat oleh molekul dari sabun tersebut. Kemudian, minyak nabati yang sangat sehat dan baik untuk kulit akan melekat dikulit, dan membuat kulit lebih halus dan bersinar.

Ingin mencoba sabun buatan kami?

soap-2


sb-on-fb

Office :

 
Dewata Souvenirs
 Perum Dalung Permai
Blok VV No. 43
Badung-BALI- INDONESIA
 phone : +62 361 8564213
      +62 818 053 563 34
 E-mail : order@dewatasouvenirs.com






Bank Account


Bank Mandiri (IDR)
KCP Denpasar T. Umar
Account No. 145-00-0529132-9
Account Name. Kholik Mawardi


Permata Bank (USD)
Account No. 5804236513
Account Name. Kholik Mawardi
Swift Code : BBAIDJA

Blog Stats

  • 2,174 hits

 

November 2009
M T W T F S S
« Oct    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Member Of :

pengusahamuslim
top-logo

Small Business Blogs - BlogCatalog Blog Directory


Blog Directory

S E O Monitor